Yang menjadi sorotan tahun ini adalah adanya skenario untuk melatih kemampuan pertahanan siber dan penggunaan fasilitas SAFTI City untuk pertama kalinya dalam latihan bilateral dengan negara anggota ASEAN.
Dalam sambutannya, Pangkostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar menyatakan bahwa latihan ini memberikan kontribusi signifikan bagi stabilitas kawasan.
Baca Juga: Menhan Sjafrie: Jet Tempur J-10 China Segera Terbang di Jakarta
“Latihan ini tidak hanya memperkuat interoperabilitas dan profesionalisme militer, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga keamanan, stabilitas, dan keharmonisan hubungan pertahanan di seluruh kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
“Esensi sejati dari latihan bersama terletak pada penempaan persaudaraan dalam senjata—yang bertahan dalam ujian waktu dan perubahan keadaan,” tambah Fadjar.
Sementara itu, Kolonel Chong Shi Hao menekankan evolusi XSI yang semakin kompleks, terutama dengan adanya skenario siber.
“Latihan ini telah menjadi platform kunci untuk meningkatkan kerja sama, kepercayaan, dan pemahaman bersama antara kedua angkatan darat kita,” katanya.
Latma Safkar Indopura yang diresmikan pada tahun 1989 menggarisbawahi hubungan pertahanan yang erat dan telah berlangsung lama antara Singapura dan Indonesia.
(ra)
















