Ingin Jadi Wartawan? Siapkan 5 ‘Senjata’ Wajib Ini Sebelum Terjun ke Lapangan

"Tertarik menjadi wartawan? Kenali 5 persiapan wajib, mulai dari mental baja hingga portofolio, yang perlu kamu siapkan sebelum terjun ke dunia jurnalistik."
Tertarik menjadi wartawan? Kenali 5 persiapan wajib, mulai dari mental baja hingga portofolio, yang perlu kamu siapkan sebelum terjun ke dunia jurnalistik. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Menjadi wartawan atau jurnalis adalah impian banyak orang yang dinamis dan menyukai tantangan.

Profesi ini sering digambarkan penuh petualangan, bertemu orang penting, dan menjadi garda terdepan informasi.

Namun, di balik gambaran romantis itu, ada persiapan matang yang harus dilakukan.

Pekerjaan ini bukan sekadar tentang modal nekat dan pandai bicara.

Baca Juga: Bukan Cuma Nulis Berita, Ini 5 Alasan Profesi Jurnalis Bikin Ketagihan

Ada fondasi kokoh yang perlu dibangun jauh sebelum kamu mengirimkan lamaran kerja pertamamu.

Berikut adalah 5 ‘senjata’ wajib yang perlu kamu persiapkan.

1. Mental Baja dan Rasa Ingin Tahu Tanpa Batas

Ini adalah fondasi paling utama.

Dunia jurnalistik penuh dengan tekanan, tenggat waktu (deadline) yang ketat, dan tak jarang, liputan yang menguras emosi.

Persiapkan mental untuk menghadapi penolakan, narasumber yang sulit dihubungi, dan kelelahan fisik di lapangan.

Di sisi lain, pupuk terus rasa ingin tahu atau kuriositas Anda.

Seorang wartawan yang baik selalu bertanya “mengapa?” dan “bagaimana?”.

Rasa penasaran inilah yang akan mendorongmu untuk menggali sebuah berita lebih dalam, tidak hanya puas dengan apa yang terlihat di permukaan.

2. Kemampuan Membaca dan Menulis Cepat

Sebelum menjadi penulis yang baik, jadilah pembaca yang lahap.

Membaca beragam tulisan mulai dari berita, artikel mendalam (indepth), hingga karya sastra akan memperkaya kosakata, mempertajam gaya bahasa, dan memberimu pemahaman tentang cara menyusun cerita yang menarik.

Setelah itu, latihlah kemampuan menulismu.

Di era digital, kecepatan adalah kunci.

Belajarlah menulis dengan cepat tanpa mengorbankan akurasi dan kejelasan.

Biasakan diri merangkum informasi kompleks menjadi tulisan yang mudah dipahami oleh pembaca awam.