Fleksibilitas dan dinamika inilah yang membuat setiap hari terasa berbeda dan jauh dari kata membosankan.
4. Karyamu Bisa Membawa Perubahan
Ini mungkin alasan yang paling memuaskan.
Sebuah tulisan atau laporan jurnalistik yang baik memiliki kekuatan untuk menggerakkan sesuatu.
Liputanmu bisa mengungkap ketidakadilan, menginspirasi orang untuk berdonasi, mendorong pemerintah memperbaiki fasilitas publik, atau sekadar memberikan informasi yang membantu seseorang membuat keputusan penting.
Mengetahui bahwa hasil kerjamu bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat adalah sebuah kebanggaan tersendiri yang tidak bisa dibeli.
5. Kamu Terus Belajar Hal Baru Setiap Hari
Dunia jurnalistik memaksa otak untuk terus aktif.
Hari ini kamu mungkin menulis tentang kebijakan ekonomi, besok meliput tren teknologi terbaru, dan lusa mendalami isu lingkungan.
Kamu “dipaksa” untuk cepat belajar dan memahami berbagai topik yang mungkin tidak pernah kamu sentuh sebelumnya.
Proses belajar tanpa henti ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengasah kemampuan analisis, berpikir kritis, dan adaptasi.
Kamu tidak akan pernah berhenti berkembang.
Menjadi jurnalis memang bukan jalan yang mudah, tetapi lima hal di atas membuktikan bahwa profesi ini menawarkan pengalaman dan kepuasan yang unik.
Ini adalah pekerjaan bagi mereka yang haus akan pengetahuan, peduli terhadap sesama, dan ingin menjadi bagian dari perubahan.
(*Mira)












