Sebagai langkah konkret dan inovatif, Suhut mengumumkan bahwa pihaknya bersama lintas sektor tengah merancang program “Desa Model Penurunan Stunting”.
Program ini bertujuan menciptakan pendekatan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
“Dengan konsep Desa Model, pendekatan yang diterapkan bisa lebih efektif dan tepat sasaran. Yang terpenting, seluruh elemen desa dapat bergerak bersama dan konsisten mendukung penanganan stunting,” tegas Suhut.
Dukungan terhadap program ini datang dari berbagai pihak. Kepala Puskesmas Simpang Empat Tangaran, Dulhadi, menyoroti vitalnya peran aktif TPPS dan pemerintah desa dalam memantau kegiatan Posyandu.
“Pemantauan langsung dari TPPS Desa dan Pemdes sangat diperlukan. Dengan begitu, jika ada permasalahan, tindakan intervensi bisa segera dilakukan,” kata Dulhadi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Merabuan, Darmono, menyatakan komitmennya.
Ia memastikan bahwa jajarannya bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) akan terus bersinergi dengan Puskesmas untuk memastikan pendataan yang akurat dan terintegrasi.
“Kami sudah melibatkan jajaran desa dalam kegiatan Posyandu dan memastikan pendataan dilakukan secara efektif,” tutur Darmono.
Mini lokakarya ini diharapkan dapat menyatukan persepsi dan memperkuat komitmen bersama untuk menyukseskan agenda percepatan penurunan stunting di Tangaran.
(*Red)
















