Krisis Perkotaan Global: 800 Juta Manusia Masih Terjebak di Permukiman Kumuh

"Data 2025 menunjukkan lebih dari 800 juta orang secara global tinggal di permukiman kumuh, menghadapi krisis hunian tanpa akses layanan dasar yang memadai."
Data 2025 menunjukkan lebih dari 800 juta orang secara global tinggal di permukiman kumuh, menghadapi krisis hunian tanpa akses layanan dasar yang memadai. (Dok. Ist)

Indonesia juga masuk dalam lima besar, dengan sekitar 33 juta warganya masih tinggal di kawasan serupa.

Peringkat ini didasarkan pada jumlah absolut penduduk, bukan persentase, untuk menyoroti negara dengan jumlah orang terdampak paling banyak.

Laporan ini menegaskan urgensi penanganan masalah permukiman kumuh sebagai agenda pembangunan global.

Baca Juga: Dana Reses Anggota DPR Resmi Naik Menjadi Rp702 Juta per Kegiatan

(*Mira)