Serangan vertigo akibat Meniere biasanya lebih parah dan berlangsung lebih lama, bisa dari 20 menit hingga beberapa jam.
Gejala khas yang sering menyertainya adalah telinga berdenging (tinnitus), kehilangan pendengaran sementara, dan adanya perasaan penuh atau tekanan di dalam telinga.
3. Neuritis Vestibular atau Labirinitis
Kondisi ini terjadi akibat peradangan pada saraf vestibular di telinga dalam (neuritis vestibular) atau peradangan pada bagian labirin telinga dalam (labirinitis).
Peradangan ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu atau pilek.
Serangan pertama akibat kondisi ini biasanya sangat hebat dan bisa berlangsung selama beberapa hari.
Setelah fase akut mereda, penderita bisa mengalami episode vertigo kambuhan yang lebih ringan.
Kambuhnya vertigo ini sering kali dipicu saat penderitanya sedang kelelahan, stres, atau terserang penyakit lain yang melemahkan sistem imun.
Jika peradangan sampai mengenai bagian pendengaran (labirinitis), gejala vertigo juga akan disertai gangguan pendengaran.
4. Migrain Vestibular
Bagi sebagian orang, migrain tidak hanya menyebabkan sakit kepala hebat, tetapi juga gejala vertigo.
Ini disebut migrain vestibular.
Berbeda dengan penyebab lain, masalahnya bukan berasal dari telinga dalam, melainkan dari kesalahan sinyal saraf di otak.
Gejala khasnya adalah serangan vertigo yang bisa terjadi sebelum, selama, setelah, atau bahkan tanpa disertai sakit kepala sama sekali, dengan durasi yang sangat bervariasi dari beberapa menit hingga beberapa hari.
Pemicunya pun serupa dengan migrain pada umumnya, seperti stres, kurang tidur, kelelahan, perubahan hormonal, atau sensitivitas terhadap makanan tertentu seperti cokelat, keju, dan MSG.
Baca Juga: 3 Alasan Asam Lambung Naik Selain Telat Makan
(*Mira)











