Tutup PSBD XI, Bupati Ketapang Soroti Dampak Ekonomi dan Rencana Festival Lintas Etnis

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, saat memberikan sambutan pada acara penutupan Pentas Seni Budaya Dayak (PSBD) ke-XI DAD Ketapang tahun 2025.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, saat memberikan sambutan pada acara penutupan Pentas Seni Budaya Dayak (PSBD) ke-XI DAD Ketapang tahun 2025. (Dok. Ist)

Ia bercita-cita menjadikan Ketapang sebagai rumah besar bagi keberagaman yang tumbuh dalam semangat persaudaraan.

“Dalam waktu dekat kita juga akan menyaksikan berbagai kegiatan budaya dari Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM), Paguyuban Pasundan, dan paguyuban etnis lainnya. Semua ini akan memperkuat posisi Ketapang sebagai daerah yang terbuka, toleran, dan kaya akan nilai-nilai budaya,” ungkapnya.

Perkuat Karakter Budaya Lokal

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan arahan khusus agar pada penyelenggaraan PSBD berikutnya, setiap DAD kecamatan wajib menampilkan pakaian adat khas dari daerahnya masing-masing.

Menurutnya, setiap kecamatan di Ketapang memiliki corak, motif, dan filosofi adat yang unik.

Langkah ini dinilai penting untuk mendokumentasikan dan memperkuat karakter budaya lokal sebagai bagian dari mozaik besar kebudayaan Dayak.

Baca Juga: Festival Faradje Pesaka Negeri: Upaya Sanggau Jaga Identitas dan Warisan Budaya

Bupati berharap pada gelaran Pentas Seni Budaya Dayak Ketapang selanjutnya, kekayaan ini bisa lebih ditonjolkan.

Menutup sambutannya, ia menegaskan kembali bahwa Ketapang adalah rumah besar bagi semua, tempat di mana perbedaan dirangkai menjadi kekuatan untuk membangun daerah yang maju, berkeadilan, dan berbudaya.

(*Red)