Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Musim liburan selalu identik dengan kegiatan bermain air, seperti berenang di pantai, sungai, danau, atau bersantai di kolam renang. Namun, di balik keseruan tersebut, risiko tenggelam selalu mengintai.
Menurut CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat), belajar Keterampilan Keselamatan Air dasar dapat menurunkan risiko kecelakaan, tetapi pengawasan penuh dari orang dewasa tetap menjadi kunci utama.
Kunci Pencegahan Tenggelam yang Wajib Diketahui:
- Pengawasan Anak Wajib Penuh: Anak, meskipun sudah mahir berenang, tetap membutuhkan pengawasan orang dewasa tanpa henti.
- Gunakan Jaket Pelampung: Wajib digunakan, terutama bagi yang tidak mahir berenang atau saat berada di perahu.
- Waspadai Cuaca: Jika terjadi petir atau hujan lebat, segera keluar dari air untuk menghindari bahaya.
Mengenali Bahaya di Berbagai Jenis Perairan
Tenggelam bisa terjadi di berbagai jenis perairan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali bahaya spesifik dari setiap lokasi agar dapat Cegah Risiko Tenggelam.
Baca Juga: Tips Liburan Keluarga dengan Anak: Panduan Lengkap agar Seru dan Nyaman
1. Pantai: Bahaya Rip Current dan Shorebreak
Pantai menyimpan bahaya utama yang disebut Rip Current atau arus robek. Rip current adalah arus kuat yang mengalir menjauh dari pantai. Arus ini biasanya muncul di celah pasir, dekat dermaga, atau karang.
Tanda-tanda Rip Current:
- Jalur sempit air yang tampak lebih gelap dan lebih tenang di antara gelombang.
- Perbedaan warna air di area tertentu.
- Garis busa, rumput laut, atau sampah yang bergerak cepat ke arah laut.
Cara Menyelamatkan Diri dari Rip Current:
- Tetap Tenang: Arus ini tidak menarik ke bawah, melainkan menjauh ke laut. Jangan panik.
- Jangan Melawan Arus: Cobalah berenang sejajar garis pantai hingga Anda keluar dari jalur arus.
- Minta Pertolongan: Jika lelah, mengapunglah hingga arus melemah. Minta pertolongan dengan melambaikan tangan.
- Menolong Orang Lain: Jangan nekat menolong tanpa perlengkapan. Cari penjaga pantai, hubungi SAR, atau lemparkan pelampung.
Selain itu, waspadai shorebreak. Ini adalah ombak besar yang pecah langsung di pasir dan berpotensi menyebabkan cedera serius.
2. Sungai dan Danau: Arus Tersembunyi dan Dasar Curam
Aktivitas seperti tubing atau berenang di sungai sangat populer. Namun, arus deras, benda tajam, dan puing di bawah air bisa sangat berbahaya. Selalu lakukan riset kondisi sungai sebelum Anda bermain air.
Sementara itu, air di danau atau kolam alam sering terlihat tenang, namun tampilan ini menipu. Risiko yang ada meliputi dasar curam, sampah tersembunyi, atau tumbuhan air yang bisa membuat panik. Untuk Cegah Risiko Tenggelam di perairan tenang, selalu berenang bersama teman, jangan sendirian. Saat masuk ke air, sebaiknya dengan kaki terlebih dahulu, bukan langsung melompat.
Baca Juga: Bukan Cuma Jalan-Jalan ke Mal, Ini 5 Ide Kegiatan Seru Bersama Keluarga di Akhir Pekan
3. Kolam Renang dan Naik Perahu
Bagi pemilik rumah dengan kolam renang, ada langkah-langkah keamanan tambahan.
Anda harus menggunakan pagar keliling, gerbang yang bisa menutup otomatis, serta alarm pintu dan jendela.











