Kades di Sintang Jadi ‘Nahkoda’ Dadakan, Seberangkan Puluhan Anak Sekolah Pakai Sampan Pribadi

"Jembatan gantung di Sintang roboh, seorang Kepala Desa rela meminjamkan sampan pribadinya untuk menyeberangkan anak sekolah. Sebuah kisah humanis tentang solidaritas di tengah terputusnya akses warga."
Jembatan gantung di Sintang roboh, seorang Kepala Desa rela meminjamkan sampan pribadinya untuk menyeberangkan anak sekolah. Sebuah kisah humanis tentang solidaritas di tengah terputusnya akses warga. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SINTANG – Di tengah kesulitan akibat robohnya jembatan gantung di Kecamatan Sepauk, secercah kebaikan hati muncul dari seorang pemimpin desa.

Martinus, Kepala Desa setempat, rela menjadi ‘nahkoda’ dadakan dengan sampan pribadinya, memastikan puluhan anak sekolah tetap bisa menyeberangi sungai untuk menuntut ilmu.

Setiap pagi dan sore, sampan kayu milik Martinus berubah menjadi ‘bus sekolah’ darurat. Dengan sabar, ia mendayung menyeberangkan anak-anak dari tingkat PAUD hingga SMA yang seragamnya kini rawan basah.

Aksi tulus ini dilakukannya pasca jembatan sepanjang 120 meter yang menjadi tumpuan warga ambruk, Selasa, (7/10/2025).

Baca Juga: Jembatan Libau Roboh, Akses Anak ke Sekolah Terputus

Anak sekolah terpaksa menyeberang pakai sampan, menjadi kenyataan pahit bagi warga Desa Nanga Libau dan Desa Sekujam Timbai.

Jembatan yang roboh karena dimakan usia 25 tahun itu bukan sekadar penghubung, melainkan urat nadi kehidupan mereka.