Sementara itu, dari sisi indeks konsumsi rumah tangga (IKRT), terjadi penurunan 0,29% akibat turunnya harga pada kelompok makanan, minuman, tembakau, transportasi, serta informasi dan komunikasi.
Baca Juga: Wamentan Serahkan Bantuan Alsintan, Gubernur Kalbar: Ini Harapan Baru Petani Ketapang
Selain NTP, nilai tukar petani di Kalbar dari sisi usaha rumah tangga pertanian (NTUP) juga mengalami kenaikan 1,36%, dari 172,58 di Agustus menjadi 174,93 di September 2025.
Secara nasional, NTP Indonesia pada September 2025 tercatat naik 0,63% menjadi 124,36 poin.
Di antara lima provinsi di Pulau Kalimantan, Kalbar berhasil mencatat NTP tertinggi, diikuti oleh Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Peningkatan ini menjadi indikator positif bagi kesejahteraan petani di Kalbar.
(*Red)
















