NTP Kalbar Melonjak 1,63%, Sektor Hortikultura & Perkebunan Jadi Pemicu Utama

Ilustrasi - Petani di Kalimantan Barat saat memanen jagung dari kebun mereka. (Dok. BPS)
Ilustrasi - Petani di Kalimantan Barat saat memilah jagung hasil panen. (Dok. BPS)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Nilai Tukar Petani (NTP) di Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami kenaikan signifikan pada September 2025.

Tercatat, NTP Kalbar berada di angka 170,59 poin, naik 1,63% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 167,85 poin.

Kenaikan ini menjadi kabar baik karena menunjukkan adanya peningkatan daya beli petani di Kalbar.

Baca Juga: Resmi! Ekspor Perdana Kratom dari Kalbar Diharapkan Bantu Petani dan Tambah Devisa Negara

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, Muh Saichudin, menjelaskan bahwa peningkatan NTP ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu naiknya indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 1,41% dan turunnya indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,21%.

“Kenaikan NTP September 2025 dipengaruhi oleh naiknya NTP pada dua subsektor pertanian, yaitu subsektor hortikultura sebesar 2,98 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,08 persen,” ujar Saichudin dalam rilis resmi BPS Kalbar pada (1/10/2025).

Peningkatan NTP Kalbar memang didorong oleh performa positif subsektor hortikultura dan tanaman perkebunan rakyat.

Komoditas seperti kelapa sawit, jeruk, lada, karet, dan jagung menjadi penyumbang terbesar kenaikan pendapatan para petani di provinsi ini.

Namun, tidak semua subsektor mengalami kenaikan. Tiga subsektor lainnya justru mencatat penurunan, yakni tanaman pangan (turun 0,23%), peternakan (turun 0,46%), dan perikanan (turun 0,57%).