Pontianak Dukung Penuh Hari Pantun Dunia 2025, Upaya Lestarikan Budaya Lewat Sekolah

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berkomitmen untuk menyukseskan acara dan melestarikan budaya pantun melalui pengenalan di sekolah. Foto: HO/Faktakalbar.id
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Foto: HO/Faktakalbar.id

Menurutnya, budaya berpantun perlu dikenalkan sejak dini kepada para siswa di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

“Ini bisa dimasukkan dalam kegiatan tambahan atau pelatihan agar mereka semakin mencintai dan bangga dengan tradisi pantun,” katanya.

Menurut Edi, pantun telah terbukti menjadi media komunikasi yang santun serta sarat dengan nilai-nilai moral dan sosial yang mudah dipahami oleh masyarakat luas.

“Pantun ini kan pesan yang sangat cair dan mudah diterima. Biasanya disampaikan dalam acara-acara resmi atau tradisi seperti pernikahan dan lamaran. Ini bagian dari cara kita menjaga budaya tetap hidup,” tutur Edi.

Media Pemersatu Budaya Serumpun

Keterlibatan berbagai daerah serumpun dalam acara ini juga menjadi bukti bahwa pantun merupakan tradisi lintas budaya yang mampu memperkuat tali persaudaraan, khususnya di antara masyarakat Melayu.

“Tidak hanya dari Kota Pontianak, kegiatan ini juga diikuti peserta dari Lahad Datu serta berbagai daerah di Kalimantan Barat dan kawasan Serumpun Melayu,” jelasnya.

Dengan ditetapkannya Kalbar sebagai tuan rumah, diharapkan semangat berpantun dapat semakin tumbuh subur di tengah masyarakat dan menjadi kebanggaan budaya bangsa yang terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Baca Juga: Lewat Festival Saprahan, Pemkot Pontianak Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Melayu

(*Red/Prokopim)