Laporan hasil pantauan ini juga akan disampaikan secara rutin kepada pemerintah pusat melalui rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Setiap rapat kita sampaikan laporan secara kontinu agar pemerintah pusat mengetahui kondisi harga dan stok di daerah,” terangnya.
Bahasan juga memastikan bahwa pasokan pangan untuk beberapa waktu ke depan masih sangat mencukupi dan inflasi daerah masih dalam batas normal.
“Untuk satu hingga dua bulan ke depan insyaallah cukup. Angka inflasi kemarin juga masih stabil dan normal, tidak ada gejolak yang berarti,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Plt Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak, Muchammad Yamin.
Baca Juga: Inflasi Terkendali, Pemkot Pontianak Fokus Tingkatkan Kapasitas TPID
Ia menegaskan bahwa tim gabungan yang terdiri dari Satgas Pangan, Bulog, dan kepolisian akan terus memantau lapangan.
“Kami bersama Satgas Pangan, Bulog, dan kepolisian turun langsung untuk memastikan stok aman dan harga terkendali. Alhamdulillah, stok beras masih banyak dan masyarakat semakin berminat dengan beras SPHP dari Bulog,” jelas Yamin.
Melihat kondisi yang aman, ia mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan.
“Insyaallah stok untuk Kota Pontianak aman. Masyarakat tidak perlu khawatir, silakan berbelanja dengan tenang,” katanya.
Pihaknya juga telah mengantisipasi dampak cuaca dan memberikan dukungan kepada para petani untuk menjaga kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga pangan di Pontianak dari tingkat produsen.
“Kami akan memberikan stimulus agar harga di tingkat petani tetap terkendali, sehingga rantai pasokan tidak terganggu,” tutupnya.
Baca Juga: Kenaikan Harga Cabai Merah Besar di Pontianak, Ini Harga Bahan Pokok Lainnya
(*Red/Kominfo/Prokopim)
















