Baca Juga: Kemenkeu Rilis 8 Tips Jitu Kelola Keuangan Generasi Sandwich, Wajib Punya Dana Darurat
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengungkapkan langsung kekesahannya melalui akun Instagram pribadinya setelah pertemuan. “Jumpa, berdialog, dan curhat langsung ke Menteri Keuangan, Pak Purbaya, bersama para gubernur se-Indonesia. Sebuah ruang jujur tempat kami menyampaikan kondisi riil di daerah, dari tekanan fiskal, beban p3k, hingga dampak pemotongan DBH.”
Ia secara spesifik menyampaikan kondisi di Maluku Utara yang dinilainya sangat berat.
“DBH kami dipotong 60%, sementara DAU habis untuk belanja pegawai. Artinya, ruang gerak pembangunan jalan dan jembatan, fondasi pemerataan ekonomi di wilayah kepulauan — makin sempit. Syukurlah, Pak Menteri mendengar dengan terbuka dan berjanji mempelajari semua persoalan, dari P3K, DBH, hingga solusi menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.” tulisnya.
Senada dengan itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan aspirasi yang sama.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Jalan di Mempawah, KPK Panggil Eks Direktur Dana Perimbangan Kemenkeu
“Kami dari jajaran gubernur se Indonesia mewakili pembangunan infrastruktur kabupaten kota di masing masing provinsi melihat ini sebagai masalah, tapi hari ini sudah disampaikan ke pak menteri minta tolong dibenahi lagi terkait hal itu,” ujarnya.
(ra)
















