Gedung musala empat lantai yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo ini runtuh secara tiba-tiba dan menimbulkan banyak korban.
Baca Juga: Korban Tewas Gedung Ponpes Sidoarjo Ambruk Bertambah Jadi 7 Orang
Selain korban meninggal, rincian data lainnya mencatat 10 orang masih dalam pencarian, 6 orang dalam perawatan intensif, dan 97 orang telah selesai menjalani perawatan medis.
Tim SAR gabungan juga menemukan lima potongan tubuh yang saat ini sedang dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya.
Peristiwa tragis ini menjadi bencana dengan korban jiwa terbanyak sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025.
Diharapkan, insiden ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak mengenai perencanaan, pengawasan, dan evaluasi pembangunan, serta pentingnya manajemen kesiapsiagaan masyarakat.
“Di sepanjang tahun 2025, ini menjadi bencana dengan korban yang paling besar menurut data BNPB,” pungkas Budi.
(*Red)
















