Tragedi Musala Al Khoziny: Pembersihan Puing Tahap Akhir, Pencarian 10 Korban Terus Berlanjut

Personel Basarnas, TNI dan Polri memantau pembersihan puing reruntuhan bangunan Musala Pondok Pesantren (ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin (6/10/2025) siang.
Personel Basarnas, TNI dan Polri memantau pembersihan puing reruntuhan bangunan Musala Pondok Pesantren (ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin (6/10/2025) siang. Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, SIDOARJO – Proses penanganan pasca insiden Musala Al Khoziny yang runtuh di Sidoarjo kini telah memasuki tahap akhir.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan seluruh proses pembersihan puing bangunan akan rampung hari ini, Senin (6/10/2025), untuk mempercepat penyelesaian seluruh rangkaian operasi SAR gabungan.

Baca Juga: Tragedi Musala Ponpes Al Khoziny: Korban Jiwa Bertambah Jadi 14 Orang, 49 Santri Masih Dicari

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, yang memimpin langsung operasi di lapangan, menjelaskan bahwa alat berat dikerahkan secara intensif.

Sebuah breaker excavator bertugas memecah beton berukuran besar, yang kemudian diangkut oleh bucket excavator ke dalam dump truk untuk dipindahkan dari lokasi.

“Hari ini kita harapkan akan selesai pembersihan dan evakuasi,” kata Budi saat meninjau lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim kaji cepat, diperkirakan masih ada jenazah yang tertimbun di bawah reruntuhan.

Meski jumlah pastinya belum diketahui, angka tersebut diduga tidak jauh berbeda dari data orang hilang yang dilaporkan oleh pihak pondok pesantren.

“Diperkirakan tinggal 10 orang lagi yang sampai saat ini masih dalam proses pencarian,” ungkap Budi.

Total Korban Jiwa Mencapai 53 Orang

Hingga pukul 14.45 WIB, data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal dunia akibat insiden Musala Al Khoziny ini telah mencapai 53 orang.