Mooncake Festival Singkawang: Simbol Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi Lokal

Ribuan pengunjung memadati area "Singkawang Mooncake Festival 2025 Food Fair" yang berlangsung meriah, menandakan antusiasme tinggi masyarakat terhadap festival budaya dan kuliner ini.
Ribuan pengunjung memadati area "Singkawang Mooncake Festival 2025 Food Fair" yang berlangsung meriah, menandakan antusiasme tinggi masyarakat terhadap festival budaya dan kuliner ini. (Dok. Singkawang Moment)

Kehadirannya membuka panggung bagi produk-produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan dikenal oleh para pengunjung.

“Selama seminggu, UMKM bisa memasarkan produk lokal kepada pengunjung. Ini tentu menjadi multiplier effect bagi perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Tjhai Chui Mie juga berharap semangat ini dapat ditiru oleh 17 paguyuban etnis lain di Singkawang, agar masing-masing dapat mengemas tradisi uniknya menjadi daya tarik wisata budaya yang kuat dan berkelanjutan.

Sinergi Budaya, Pariwisata, dan Sosial

Ketua Panitia Mooncake Festival Singkawang 2025, Helga Abraham, menambahkan bahwa perayaan ini melampaui sekadar kuliner dan hiburan.

Baca Juga: Festival Faradje Pesaka Negeri: Upaya Sanggau Jaga Identitas dan Warisan Budaya

Sisi kemanusiaan juga ditonjolkan melalui berbagai kegiatan sosial seperti layanan akupunktur gratis dan santunan bagi anak yatim.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Kami berharap Moon cake Festival bisa menjadi agenda tahunan di Kota Singkawang, sebagai bentuk sinergi antara budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Helga.

Perpaduan harmonis antara nuansa budaya, pemberdayaan ekonomi, dan aksi sosial menjadikan festival ini sebagai cerminan keberagaman dan kepedulian di Kota Singkawang.

(*Red)