Pertama, hanya Allah SWT yang memiliki kuasa untuk menggerakkan hati manusia.
“Orang kaya tidak bisa memaksa orang datang, pejabat tidak bisa memerintahkan orang berkumpul. Yang datang malam ini karena Allah yang menggerakkan,” kata UAS.
Pelajaran kedua adalah tentang warisan kebaikan. UAS menjelaskan bahwa ada orang yang jasadnya telah tiada, namun namanya tetap harum dan mampu menggerakkan orang yang masih hidup untuk mengenangnya.
“Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar tidak punya media sosial, tidak punya televisi, tapi namanya tetap harum dan dikenal hingga kini. Ini bukti cinta umat yang tak lekang oleh waktu,” ucapnya.
Ketiga, UAS berpesan agar tidak terburu-buru menilai seseorang, karena kebaikan dan amal sejatinya akan terlihat jelas setelah seseorang meninggal dunia.
“Jangan menilai orang ketika masih hidup, karena bisa jadi amalnya baru tampak setelah dia tiada,” pesan UAS.
Apresiasi dari Pemerintah Kota
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah menyukseskan acara akbar ini.
“Saya sangat bangga melihat semangat kebersamaan masyarakat. Acara ini menjadi bukti bahwa warga Pontianak hidup rukun dalam keberagaman, saling menghormati, dan saling mendukung dalam kebaikan,” imbuh Edi Kamtono.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Letakkan Batu Pertama Insan Qur’an Center Ketapang
Ia menambahkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya mempererat persaudaraan sesama Muslim, tetapi juga hubungan sosial antarumat beragama di Pontianak.
“Semoga kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun dan membawa keberkahan bagi masyarakat, terutama bagi para pedagang di Pasar Flamboyan yang sudah menunjukkan kepedulian luar biasa,” ungkapnya.
Syukur dan Harapan Panitia
Sementara itu, Ketua Panitia, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara.
Kehadiran UAS, menurutnya, adalah doa masyarakat Pontianak yang telah lama dinantikan dan akhirnya dikabulkan.
“Ada puluhan ribu warga, Ustadz, yang menanti untuk dapat melihat dan mendengarkan langsung tausiah dari Ustadz. Alhamdulillah, Allah kabulkan, malam ini beliau hadir bersama kita. Mudah-mudahan Pasar Flamboyan ini mendapat berkah,” tuturnya.
Atas nama panitia, Syarif Iwan juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penutupan jalan selama acara berlangsung.
“Semoga segala ketidaknyamanan itu terbalas dengan keberkahan dari Allah SWT, dan kawasan Pasar Flamboyan ini ke depan menjadi lebih baik,” tutupnya.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Akan Pimpin Gema Shalawat di Jantung Kota Pontianak
(*Red/Prokopim)
















