Opini  

Menua Bukan Akhir, Tetapi Awal Ekonomi Perak: Lansia Bukan Beban, Tapi Aset Bangsa

"Icmi-korwil-Kalbar"
ICMI Kalbar Dorong Pontianak Jadi Kota Ramah Lansia, Bangun 'Ekonomi Perak'. (Dok. ICMI to Faktakalbar.id)

Pusat kegiatan lansia dengan olahraga ringan, pemeriksaan kesehatan rutin, dan kelas kreatif.

Program intergenerasi, di mana mahasiswa dan pelajar bertemu dengan lansia untuk berbagi pengalaman.

Pontianak bisa menjadi contoh kota yang menempatkan lansia sebagai bagian penting ekosistem sosial yang produktif dan bermartabat.

Teknologi dan Digitalisasi: Menembus Batas Usia

Era digital kerap dianggap hanya milik generasi muda. Padahal, teknologi dapat menjadi sahabat lansia. Dalam diskusi, muncul gagasan memanfaatkan Google Launch Plug n Play, branding, dan digitalisasi.

Teknologi dapat membantu menghadirkan layanan kesehatan jarak jauh, pengingat konsumsi obat, bahkan platform untuk memasarkan karya lansia.

Digitalisasi tidak hanya mempermudah hidup, tetapi juga menguatkan rasa percaya diri lansia bahwa mereka masih relevan dan dibutuhkan.

Dimensi Spiritual: Fardhu Kifayah dan Anak-Anak Kita

Di balik segala strategi ekonomi dan sosial, ada dimensi spiritual yang tidak boleh kita lupakan. Lansia adalah generasi yang kian dekat dengan perjalanan pulang kepada Sang Khalik.

Pertanyaan yang menyentuh nurani muncul: siapa yang akan menunaikan fardhu kifayah ketika mereka berpulang?

Jawabannya adalah kita—anak-anak mereka, generasi penerus bangsa.

Merawat orang tua hingga akhir hayat, bahkan setelah wafat, adalah tanggung jawab moral, sosial, dan ibadah.

Karena itu, pendidikan generasi muda tidak cukup hanya berbicara soal teknologi.

Ia harus meliputi nilai religius, empati, dan kepedulian sosial agar mereka tidak melupakan orang tua di usia lanjut. Menghormati lansia adalah tanda kemajuan peradaban, bukan sekadar ajaran agama.

Bukti Peradaban

Inisiatif Usiya+ mengingatkan kita: “Ini bukan layanan. Ini adalah bukti peradaban.”

Sebuah bangsa besar tidak hanya diukur dari kekuatan ekonominya, melainkan dari bagaimana ia memperlakukan kelompok rentan, termasuk lansia.

Dengan membangun sistem yang peduli sejak dini, kita meninggalkan warisan yang lebih berharga daripada harta: sebuah sistem kemanusiaan yang akan bermanfaat lintas generasi.

Penutup: Seruan untuk Bergerak

Sebagai Ketua ICMI Kalbar, saya mengajak kita semua memandang lansia sebagai aset bangsa.

Mari kita bangun ekosistem yang membuat mereka tetap berdaya, tetap bermakna, dan tetap bermartabat.

Dalam waktu dekat, Pontianak akan memulai langkah nyata melalui branding kota ramah lansia. Semoga ini menjadi pemicu gerakan serupa di seluruh Indonesia.

Saya juga ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada para narasumber— Ibu Febriyanti, Kiki, Tanya, dan Pak Umar Ramadhan—yang telah meluangkan waktu memberikan pencerahan.

Semoga apa yang mereka sampaikan menjadi amal ibadah bagi kita semua.

Sebelum kita menua, mari kita bangun sistem yang peduli. Lansia bukan beban, mereka adalah aset bangsa.

Oleh: Prof. Gusti Hardiansyah
Ketua ICMI Kalimantan Barat

*Disclaimer:
Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis. Isi, pandangan, dan substansi di dalamnya bukan merupakan tanggung jawab atau sikap resmi redaksi Faktakalbar.id.