Hindari menjemur di dapur yang penuh uap atau kamar mandi yang cenderung lembap.
5. Sahabat Terbaik: Kipas Angin
Inilah senjata utama Anda.
Letakkan kipas angin di dekat jemuran dan arahkan ke pakaian.
Nyalakan dengan kecepatan sedang dan atur agar berputar (osilasi) sehingga anginnya menyebar rata.
Angin dari kipas akan meniru hembusan angin alami, yang secara drastis mempercepat proses penguapan air dari serat kain.
6. Rajin Membolak-balik Posisi Pakaian
Jangan hanya menggantung pakaian dan meninggalkannya begitu saja.
Setiap beberapa jam, baliklah posisi pakaian Anda.
Bagian yang tadinya di belakang pindahkan ke depan, atau bagian kerah dan ketiak yang tebal bisa dihadapkan langsung ke kipas angin.
Ini memastikan seluruh bagian pakaian kering secara merata.
7. Tuntaskan dengan Setrika
Jika pakaian sudah dalam kondisi setengah kering atau lembap, Anda bisa mempercepat prosesnya dengan setrika.
Setrika pakaian dengan suhu yang sesuai.
Panas dari setrika tidak hanya akan menguapkan sisa air, tetapi juga membantu membunuh bakteri penyebab bau apek, membuat pakaian lebih segar.
8. Cegah Bau Apek Sejak Proses Mencuci
Pencegahan adalah kunci.
Saat membilas cucian, Anda bisa menambahkan setengah cangkir cuka putih atau beberapa sendok makan soda kue ke dalam air bilasan terakhir.
Keduanya adalah bahan alami yang efektif menetralisir jamur dan bakteri penyebab bau tidak sedap.
Jangan khawatir, bau cuka akan hilang saat pakaian kering.
Dengan menerapkan cara-cara di atas, musim hujan tak akan lagi jadi momok untuk urusan cucian.
Selamat mencoba!
Baca Juga: Baju Kusut Tanpa Setrika? Coba 3 Trik Ajaib Ini Agar Tetap Rapi
(*Mira)
















