Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang meninjau langsung lokasi, menyatakan bahwa kegiatan ini mencakup pembersihan jalan, halaman, saluran air, hingga sudut-sudut pasar.
Menurutnya, momentum ini adalah ajang positif untuk mengajak masyarakat, khususnya pedagang, agar senantiasa menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.
“Harapan kita acara bisa berjalan sukses dan penuh keberkahan dari guru kita, yaitu Ustadz Abdul Somad. Semoga memberikan kesejukan, ketenangan, rahmat, dan berkah bagi Kota Pontianak,” ujar Edi Kamtono saat ditemui di Pasar Flamboyan.
Ia juga memastikan bahwa aktivitas ekonomi para pedagang tidak akan terganggu.
Justru, dengan lingkungan yang lebih bersih dan tertata, ia optimis kenyamanan pengunjung akan meningkat, yang pada akhirnya berdampak positif pada perputaran ekonomi.
“Dengan semangat menjaga kebersihan dan ketertiban, pasar akan lebih ramai dikunjungi, dan tentu perputaran ekonomi juga semakin baik,” katanya.
Kesiapan Panitia dan Antisipasi Jemaah
Ketua Panitia, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, menjelaskan bahwa pembersihan ini merupakan prioritas utama untuk mempersiapkan lokasi.
Baca Juga: Bak Lautan Manusia, Haul ke-20 Abah Guru Sekumpul Selalu Dipenuhi Ribuan Jamaah
Mengingat acara besar ini digelar di area pasar, kenyamanan jemaah menjadi fokus utama panitia.
“Hari ini kita bersama pedagang Pasar Flamboyan dan Pemerintah Kota Pontianak membersihkan area yang akan dipakai. Besok siang pembersihan akan dilanjutkan lagi, bahkan disemprot ulang sebelum acara dimulai pada malam hari,” ungkap Syarif Iwan.
Ia menambahkan, upaya maksimal ini diperlukan karena lokasi yang identik dengan sampah dan bau harus diubah menjadi tempat yang nyaman untuk ibadah.
“Namanya pasar tentu banyak sampah dan bau. Kita berupaya semaksimal mungkin agar lebih bersih dan nyaman saat acara berlangsung,” tambahnya.
Terkait kelancaran aktivitas dagang, Syarif Iwan memastikan tidak ada gangguan signifikan.
“Hanya sebagian kecil pedagang yang aktivitas bongkar muatnya dipindahkan sementara. Misalnya pedagang ayam melalui jalan tembus dari Hijas, pedagang sayur tetap di Jalan Pahlawan. Jadi kegiatan perdagangan tetap normal,” bebernya.
Panitia memperkirakan acara Haul Habib Muhammad di Pontianak tahun ini akan dihadiri puluhan ribu orang, bahkan berpotensi melebihi jumlah jemaah pada tahun sebelumnya yang mencapai 30 ribu orang menurut data Google Maps saat acara digelar di Masjid Mujahidin.
“Tahun ini bisa lebih besar, karena ada kehadiran UAS. Bahkan sebelum dipublikasikan resmi saja, sudah banyak masyarakat menanyakan waktu dan lokasi acara,” terangnya.
Acara ini terbuka untuk umum dan antusiasme tidak hanya datang dari Pontianak, tetapi juga dari luar daerah seperti Banjarmasin, Pulau Jawa, hingga tamu dari luar negeri.
“Ini memang hajat besar Kota Pontianak sekaligus haul Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Haul ke-114 Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar akan dirangkaikan dengan Maulid Akbar dan diisi oleh Ustadz Abdul Somad pada 5 Oktober 2025, pukul 18.00 WIB di area Pasar Flamboyan.
Baca Juga: Ribuan Jamaah Padati Salat Subuh Bersama Ustadz Abdul Somad di Sukadana\
(*Red/Prokopim)
















