Ini menunjukkan bahwa kuning tidak hanya mewakili kekayaan materi, tetapi juga status sosial dan kekuatan yang tinggi.
3. Peringatan dan Tanda Bahaya
Di sisi lain, kuning juga memiliki filosofi yang kontras, yaitu sebagai warna peringatan dan bahaya.
Dalam konteks modern, warna ini banyak digunakan pada rambu lalu lintas, pita polisi, dan tanda peringatan untuk menarik perhatian.
Sifatnya yang mencolok membuat mata secara refleks melihatnya.
Filosofi ini mengajarkan bahwa meskipun kuning bisa cerah, ia juga bisa menjadi sinyal untuk berhati-hati atau mengambil tindakan pencegahan.
Ini menunjukkan dualisme warna kuning; bisa menjadi pemberi harapan, tetapi juga pemberi peringatan.
4. Keterkaitan dengan Kreativitas dan Intelektual
Kuning juga erat kaitannya dengan kreativitas dan intelektual.
Filosofi ini berakar dari kemampuan warna kuning untuk merangsang otak dan sistem saraf.
Warna ini dipercaya dapat meningkatkan fokus, membangkitkan ide-ide baru, dan membantu proses pengambilan keputusan.
Banyak seniman dan penulis menggunakan warna kuning di studio atau ruang kerja mereka untuk memacu inspirasi.
Dengan demikian, kuning bukan hanya warna yang indah secara visual, tetapi juga merupakan alat untuk mempercepat proses berpikir dan memicu inovasi.
Baca Juga: Rahasia Kulit Sehat Tanpa Mandi Sering-Sering: Mitos atau Fakta?
(*Mira)











