Kelembapan ideal untuk anggrek adalah antara 50-70 persen.
Penyiraman yang Seimbang
Penyiraman berlebihan adalah kesalahan terbesar yang sering terjadi. Akar anggrek sangat sensitif terhadap kelembapan berlebih.
Media tanam yang terlalu basah dapat menyebabkan akar membusuk, sehingga tanaman sulit berbunga. Cara terbaik adalah menyiram saat media tanam hampir kering.
Para ahli menyarankan penggunaan air hujan atau air suling.
Media Tanam yang Tepat
Anggrek membutuhkan media tanam khusus karena akarnya perlu sirkulasi udara yang baik. Kulit kayu pinus, arang, atau campuran khusus anggrek sering digunakan.
Media tanam yang buruk akan cepat merusak akar dan menghambat pembungaan.
Pemberian Pupuk Secara Teratur
Anggrek butuh nutrisi tambahan agar terus sehat dan berbunga. Pupuk dengan kandungan fosfor tinggi sangat membantu merangsang pembungaan.
Metode pemupukan terbaik adalah “weakly, weekly” (dosis rendah seminggu sekali) agar tidak berlebihan.
Langkah Praktis Merawat Anggrek
Tanaman yang sehat lebih mudah berbunga. Anggrek dengan akar kuat dan daun hijau segar akan memiliki energi lebih untuk menghasilkan bunga.
Baca Juga: Bahaya dan Efek Samping Semangka: Jangan Asal Makan!
Berikut adalah rangkuman langkah sederhana untuk membantu anggrek berbunga lebih sering:
- Letakkan anggrek di tempat dengan cahaya terang tidak langsung.
- Siram hanya saat media tanam hampir kering. Hindari genangan air.
- Gunakan media tanam khusus anggrek dengan drainase baik.
- Berikan pupuk encer secara rutin dengan dosis rendah.
- Biarkan tanaman mengalami suhu malam lebih dingin untuk merangsang bunga.
- Beri masa istirahat setelah berbunga agar tanaman mengumpulkan energi baru.
Jika tanaman tampak lemah, jangan memaksanya berbunga. Biarkan anggrek pulih dengan perawatan yang konsisten.
Setelah kuat, tanaman akan kembali mengeluarkan bunga dengan sendirinya.
(*Drw)










