Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut baik inisiatif ini dan menekankan pentingnya jalur ekspor langsung untuk pertumbuhan ekonomi.
“Ini sejarah baru sekaligus kebanggaan bagi Pontianak, jalur ekspor langsung membuat biaya logistik lebih efisien, distribusi lebih cepat, dan memberi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. Ke depan, kita harapkan semakin banyak komoditas unggulan yang bisa menembus pasar internasional.” ujar Edi.
Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur pendukung, mulai dari akses jalan hingga layanan perizinan yang cepat dan transparan.
“Semua ini bagian dari komitmen kami menjadikan Pontianak sebagai kota jasa dan perdagangan yang kompetitif di kancah global.” kata Wali Kota Pontianak.
Edi berharap kratom dan arwana menjadi pembuka jalan bagi komoditas lain untuk menembus pasar dunia.
Potensi sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga industri kreatif di Pontianak sangat besar.
“Dengan sinergi semua pihak, saya yakin produk-produk unggulan kita dapat bersaing dan memberi manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M. Panggabean, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya saing produk unggulan Kalbar.
“Selama ini pengiriman barang dari Kalbar harus melalui Surabaya atau Jakarta. Kini, Pontianak bisa langsung mengekspor ke luar negeri, salah satunya kratom ke India dan ikan Red Arwana ke Taiwan,” jelasnya.
Menurut Sahat, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, DPR RI, dan pelaku usaha sangat penting untuk memperlancar proses ekspor, mulai dari sertifikasi hingga pelepasan resmi.
“Dengan dukungan regulasi dan pengawasan karantina, ekspor Kalbar diharapkan terus meningkat serta memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Junior Manager Komersial Regional 2 Pontianak PT Pelindo (Persero), Ribut Heru Santoso, menambahkan bahwa Giat Akselerasi Ekspor ini adalah tonggak penting.
“Ekspor ikan Arwana Super Red tujuan Taiwan berjumlah 150 ekor senilai Rp108,75 juta dan ekspor kratom 343,5 ton ke India senilai Rp15,48 miliar,” rinci Ribut.
Ini menunjukkan dampak signifikan bagi pendapatan daerah dan efisiensi logistik karena memangkas jalur ekspor langsung. PT Pelindo siap mendukung kelancaran ini.
“Sebagai port operator, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan fasilitas dan peralatan yang siap, serta terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait,” tutupnya.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Resmi Terapkan KKPD, Wujudkan Pengelolaan Keuangan Modern dan Transparan
(*Red/Prokopim)
















