Setiap liriknya terasa seperti bisikan dari kampung halaman, mengingatkan kita pada festival, acara keluarga, atau sekadar sore hari yang santai di rumah.
3. Suara Khas dari Lingkungan Rumah
Saat rindu datang, kita mungkin teringat pada suara-suara khas yang menjadi latar belakang keseharian di rumah.
Misalnya, deru mesin motor tetangga yang setiap pagi melintas, atau bahkan suara tawa anak-anak yang bermain di depan rumah.
Suara-suara ini adalah melodi dari kehidupan yang familiar, dan saat mengingatnya, kita merasa sedikit lebih dekat dengan rumah.
4. Benda Kecil yang Dibawa dari Rumah
Seringkali kita membawa benda-benda kecil saat merantau, seperti mug favorit, buku lama, atau bahkan gantungan kunci pemberian adik.
Benda-benda ini berfungsi sebagai jangkar emosional.
Saat merasa lelah atau kesepian, memandangi benda-benda ini dapat memberikan kekuatan dan kenyamanan, seolah-olah sepotong dari rumah selalu menemani kita.
5. Logat atau Istilah yang Tidak Disengaja Terucap
Dalam percakapan sehari-hari, kadang kita tidak sengaja menggunakan logat atau istilah khas daerah yang sudah menjadi kebiasaan.
Momen ini seringkali memicu senyum kecil dan perasaan hangat.
Itu adalah pengingat bahwa di mana pun kita berada, bagian dari diri kita yang berasal dari rumah akan selalu ada dan menjadi identitas.
Baca Juga: Beberapa Tanda Sebenarnya Kamu Kangen Rumah Saat Merantau, Tapi Gengsi Mengakui
(*Mira)
















