Pekan lalu, BI kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sehingga BI Rate kini berada di level 4,75%.
Sepanjang tahun 2025, BI total telah memangkas suku bunga sebesar 125 basis poin.
Kebijakan moneter yang longgar ini dinilai oleh sebagian pihak terlalu agresif.
Banyak analis menilai langkah BI ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sesuai target Presiden Prabowo.
Namun, di sisi lain, kebijakan ini berpotensi menimbulkan risiko terhadap kredibilitas dan independensi bank sentral.
“Dorongan kebijakan terbaru untuk mendukung pertumbuhan melalui kombinasi kebijakan fiskal ekspansif dan kebijakan moneter dovish dapat dipandang sedikit negatif bagi rupiah,” tulis analis Bank of America (BofA).
Baca Juga: Dua Penambang Emas Ilegal Tewas Ditembak KKB di Yahukimo, Tiga Korban Belum Dievakuasi
(*Mira)
















