“Penyimpanan dokumen ini bukan hanya soal tempat, tapi juga soal ketahanan. Kita butuh gedung khusus, tidak bertingkat, dengan pondasi langsung ke tanah agar kuat menampung beban dokumen yang semakin berat setiap tahun. Sekarang saja UPT di Sanggau memiliki dokumen yang beratnya mencapai lebih dari 1 ton,” jelasnya.
Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Jasa Raharja, dan Kepolisian dalam memperkuat sektor perpajakan daerah. Menurutnya, keberadaan Samsat tidak hanya sebatas layanan administrasi, melainkan juga tempat yang strategis dalam menggali potensi PAD Kalimantan Barat.
“Untuk pengembangan dan optimalisasinya, kita tidak perlu hanya bicara soal efisiensi anggaran. Justru ini investasi jangka panjang untuk daerah,” tegas Krisantus.
Dengan kunjungan ini, diharapkan sinergi antarinstansi semakin kuat dan komitmen bersama untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dapat terwujud demi mendukung pembangunan Kalimantan Barat yang berkelanjutan.(ais/nzr).
















