Kondisi yang terlalu gerah membuat tubuh sulit untuk masuk ke fase tidur nyenyak. Padahal, tidur yang cukup sangat penting untuk mengatur emosi.
Saat kurang tidur, bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengendalikan emosi (amigdala) menjadi lebih reaktif, sementara bagian yang menenangkan (korteks prefrontal) kurang berfungsi.
Alhasil, emosi jadi tidak terkontrol dan mudah meledak.
3. Tingkat Agresi yang Meningkat
Beberapa penelitian ilmiah, termasuk studi di bidang psikologi, menunjukkan korelasi antara suhu tinggi dan perilaku agresif.
Ketika suhu udara meningkat, toleransi kita terhadap rasa tidak nyaman menurun.
Hal-hal kecil yang biasanya bisa diabaikan, seperti suara berisik atau antrean panjang, jadi terasa sangat mengganggu.
Otak kita menganggap ketidaknyamanan ini sebagai ancaman, yang memicu respons ‘melawan’ (fight) dalam diri kita.
Jadi, lain kali Anda merasa gampang marah saat cuaca panas, ingatlah bahwa itu adalah respons alami dari tubuh.
Mengelola emosi saat cuaca panas bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana, seperti memastikan tubuh tetap terhidrasi, mencari tempat yang sejuk, atau melakukan aktivitas ringan untuk meredakan stres.
Baca Juga: Direktur RSUD Soedarso: Lifestyle Tak Sehat Picu Penyakit Berat dan Biaya Tinggi
(*Mira)
















