Melawan Radikalisme dengan Pesan Damai: Gubernur Kalbar Ajak Generasi Muda Tebarkan Toleransi Lewat Budaya Lokal

Suasana acara Suara Damai Nusantara (SUDARA) yang bertujuan untuk menebarkan pesan perdamaian dan melawan radikalisme melalui pendekatan budaya lokal.
Suasana acara Suara Damai Nusantara (SUDARA) yang bertujuan untuk menebarkan pesan perdamaian dan melawan radikalisme melalui pendekatan budaya lokal. (Dok. Biro Adpim Kalbar)

Ia menekankan bahwa seni, musik, sastra, dan budaya bisa menjadi media yang efektif untuk melawan narasi-narasi negatif.

“Lewat seni, musik, sastra, dan budaya, kita bisa melakukan kontra-propaganda. Artinya, kita melawan narasi kebencian dengan narasi perdamaian. Kita membalas pesan perpecahan dengan karya yang menyatukan,” tegas Gubernur Ria Norsan.

Selain itu, ia juga mendorong para peserta untuk menggunakan kreativitas mereka dalam membuat karya-karya yang positif dan inspiratif.

Dengan begitu, pesan-pesan persatuan, toleransi, dan kerukunan dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi para generasi muda untuk menyuarakan perdamaian dan menumbuhkan rasa cinta terhadap keberagaman budaya di Indonesia.

Baca Juga: Tolak Intoleransi, Ratusan Massa Desak Aparat Tindak Tegas Oknum Penghalang Pembangunan Gereja di Kubu Raya

Melalui kegiatan Suara Damai Nusantara ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan BNPT RI dan FKPT Kalbar berkomitmen untuk terus membina generasi muda agar memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Tujuannya adalah untuk menciptakan masyarakat yang harmonis, toleran, dan terbebas dari ancaman radikalisme.

(*Red)