Menurutnya, public speaking bukanlah keahlian khusus yang hanya dimiliki politisi atau motivator, tetapi merupakan bekal penting bagi setiap perempuan dalam menjalani peran mereka di masyarakat dan organisasi.
“Jangan anggap kita paling pandai, tetapi kita belajar untuk lebih pandai, Workshop ini bukan sekadar acara, melainkan wadah untuk mengembangkan diri, menambah wawasan, serta mengasah keterampilan public speaking.” ujar Norhasanah.
Ia menambahkan, kepemimpinan yang efektif tidak berarti bersikap otoriter.
Baca Juga: CIC Untan bersama Aston Pontianak Dorong Anak Berani Bicara dan Bereksperimen di Liburan Sekolah
Sebaliknya, pemimpin yang baik adalah sosok yang dihargai dan mampu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
“Kita perempuan juga harus belajar menjadi pemimpin yang bisa mengarahkan bawahan untuk menjadi lebih baik, Semoga yang hadir di sini menjadi pemimpin-pemimpin hebat yang menjadikan perempuan Pontianak semakin jaya dan sukses.” tutur Norhasanah.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif GOW.
Ia menilai, penguatan kapasitas perempuan, khususnya dalam bidang kepemimpinan dan komunikasi, sangat krusial.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga, masyarakat, dan pemerintahan, Dengan kemampuan public speaking yang baik, para perempuan akan lebih percaya diri dalam menyampaikan gagasan dan mengambil keputusan.” ungkap Bahasan.
Bahasan berharap, acara ini dapat melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Pontianak.
Baca Juga: Aston Pontianak dan UNTAN Gelar “Fun Chem 2025”, Edukasi Anak Lewat Liburan Seru
Ia juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan workshop ini sebagai sarana peningkatan kualitas diri.
“Jadikan kegiatan ini sebagai bekal, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk mendukung terwujudnya Pontianak yang lebih harmonis dan maju,” pungkasnya.
(*Red/Prokopim)














