Dalam kesempatan yang sama, Sekda Kalbar, Harisson, menyoroti masih rendahnya cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan di provinsi tersebut.
Dari total 1,8 juta tenaga kerja, baru sekitar 31 persen yang terlindungi.
Baca Juga: Bank Kalbar Raih Penghargaan BPD Terbaik se-Sumatera dan Kalimantan di BIFA 2025
Oleh karena itu, Harisson mendorong seluruh pemerintah kabupaten/kota di Kalbar untuk terus memacu peningkatan cakupan kepesertaan.
“Kita perlu mendukung, perlu memacu memotivasi daerah-daerah kabupaten/kota untuk meningkatkan cakupan akses terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan ini,” tutupnya.
(ra)
















