Jangan Sepelekan Kantuk! Ini 5 Bahaya Fatal Menahan Ngantuk

"Ketahui 5 bahaya menahan ngantuk bagi kesehatan fisik dan mental, mulai dari menurunnya daya ingat, melemahnya imun, hingga risiko penyakit kronis. Jangan sepelekan kebiasaan ini!"
Ketahui 5 bahaya menahan ngantuk bagi kesehatan fisik dan mental, mulai dari menurunnya daya ingat, melemahnya imun, hingga risiko penyakit kronis. Jangan sepelekan kebiasaan ini! (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Saat pekerjaan menumpuk, deadline sudah di depan mata, atau kamu sedang asyik menonton film favorit, godaan untuk menahan rasa ngantuk pasti sering datang.

Tapi, tahukah kamu kalau kebiasaan ini sangat berbahaya bagi kesehatan? Bukan cuma sekadar merasa lelah, menahan ngantuk bisa memicu berbagai masalah serius, baik untuk fisik maupun mental.

Baca Juga: Wajah Segar Tanpa Lelah: 4 Cara Ampuh Menghilangkan Kantung Mata

Mari kita bahas lima bahaya utama dari menahan ngantuk yang wajib kamu waspadai.

1. Menurunnya Fungsi Kognitif dan Daya Ingat

Salah satu dampak paling cepat terasa saat kurang tidur adalah menurunnya kemampuan otak.

Ketika kamu menahan ngantuk, otak tidak bisa bekerja optimal.

Ini membuatmu sulit berkonsentrasi, lambat dalam berpikir, dan rentan melakukan kesalahan.

Bahkan, studi menunjukkan bahwa kurang tidur menghambat proses konsolidasi memori, yaitu proses di mana otak mengubah informasi dari memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang.

Akibatnya, daya ingatmu jadi menurun drastis.

2. Melemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

Tidur adalah waktu bagi tubuh untuk ‘memperbaiki diri’ dan memproduksi sel-sel penting, termasuk sel kekebalan.

Ketika kamu kurang tidur karena menahan ngantuk, produksi sel-sel ini terganggu.

Jika sistem imunmu melemah, kamu akan lebih mudah terserang penyakit seperti flu, batuk, atau infeksi lainnya.

Jadi, jangan heran kalau kamu jadi lebih sering sakit setelah begadang semalaman.

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Serius

Kebiasaan kurang tidur yang terus-menerus bisa memicu penyakit kronis.

Beberapa penelitian mengaitkan kurang tidur dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.