Konsumen sering kali tidak mengetahui material lensa yang digunakan, ada atau tidaknya lapisan pelindung anti-radiasi dan UV, serta akurasi ukuran minus atau plus pada lensa.
“Kita hanya terima bersih tanpa tahu kualitasnya. Mau dikomplain juga tidak bisa kalau sudah dipakai,” lanjut Meliana.
“Masalah terbesar adalah tidak adanya layanan purnajual. Jika kacamata terasa tidak nyaman, salah ukuran, atau cepat rusak, konsumen tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya rugi,” sambungnya lagi saat diwawancarai, Selasa, (23/9/2025)
Hal inilah yang menurutnya membedakan optik profesional.
“Di kami, pemeriksaannya dua tahap, ada pemeriksaan komputer dan divalidasi dengan keahlian optometris. Ada penanggung jawab ahli yang memastikan semuanya presisi dan nyaman untuk pelanggan,” tutupnya, seraya menambahkan bahwa kacamata berkualitas di tempatnya bisa didapatkan mulai dari harga Rp200.000.
Baca Juga: Aston Pontianak Ajak Warga Jadi Pahlawan Kemanusiaan Melalui Aksi Donor Darah
(*Mira)
















