Kapolres Ketapang Muhammad Harris menjelaskan bahwa simulasi Sispam Mako ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi berbagai tingkat ancaman, termasuk unjuk rasa.
Latihan ini diikuti oleh seluruh anggota Polres, termasuk pejabat utama dan personel Subden 4 Brimob Ketapang.
“Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) kita simulasikan, agar personel mengetahui harus berbuat apa, menempatkan dirinya di mana dan bertanggung jawab kepada siapa. Sehingga seluruh personel selalu siap dalam bertugas sesuai dengan tingkat ancaman yang mungkin terjadi,” ujar Kapolres.
Dalam simulasi, personel terlebih dahulu mengikuti tactical wall game untuk memahami skenario situasi.
Skenario kemudian dilanjutkan dengan simulasi kantor Polres didatangi massa yang mencoba masuk secara paksa, ditandai dengan bunyi lonceng dan alarm.
Baca Juga: Jalan Berlumpur di Ketapang Ganggu Mobilitas Warga dan Distribusi Barang
Seluruh personel melakukan apel, menerima arahan, dan menempatkan diri sesuai dengan tugas pengamanan masing-masing.
“Simulasi ini juga untuk melatih personel agar lebih sigap dan cekatan. Selain itu juga untuk menyatukan persepsi atau keseragaman dalam pengamanan markas Polres Ketapang. Sehingga personel tidak melakukan kesalahan atau berbuat yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP),” pungkas Kapolres.
(ra)
















