Ia menegaskan pihaknya tidak akan menutup-nutupi dan tetap memberikan hukuman kepada pelaku yang bersalah.
“Jadi kita harus konsekuen dan sebagai bukti empati, saya datang ke sini melihat korban dan saya bertemu keluarganya. Saya mohon maaf atas nama institusi. Biarpun saya tahu pada proses ini kejadiannya bukan antara institusi dengan institusi,” tegasnya.
Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima, kasus ini dipicu oleh gesekan personal di lapangan sehingga emosi pelaku meluap.
Ia menegaskan kejadian tersebut bukan bentuk intimidasi maupun pengeroyokan, melainkan respon sesaat.
“Yang penting itu, tapi kalau sampai ada pengeroyokan berarti ada sesuatu yang salah. Tapi kalau emosi sesaat, ya saya bilang, siapa saja bisa mengalami, hanya tinggal bagaimana dia mengendalikan emosinya,” jelas Pangdam.
Baca Juga: Kodam Tanjungpura Pastikan Oknum Anggota TNI Pemukul Driver Ojol Diproses Hukum
Ia memastikan proses hukum terhadap pelaku berjalan sesuai aturan.
Saat ini, dua saksi telah dimintai keterangan dan pelaku sudah ditahan di Pomdam XII/Tpr.
“Nah nanti kalau Pak Teguh ini sudah recovery, dia dan saksi akan kita ambil keterangan sehingga kita tahu betul kenapa bisa seperti itu. Kalau sekarang kan masih ngambang. Hukum kan nggak bisa dikira-kira, harus jelas,” pungkasnya.
(ra)















