Dana APBD Cair Terlambat, PDAM Tirtawening Keluar Uang Talangan Rp 7,5 Miliar untuk Proyek Pembangunan Saluran Air Kotor

PDAM Tirtawening Kota Bandung menggunakan dana talangan Rp 7,5 miliar untuk mempercepat pembangunan jaringan pipa air kotor.
PDAM Tirtawening Kota Bandung menggunakan dana talangan Rp 7,5 miliar untuk mempercepat pembangunan jaringan pipa air kotor. (Dok. Ist)

AusAID akan memberikan dana hibah senilai Rp 7,5 miliar untuk proyek pembangunan 1.500 titik sambungan air kotor di lima kecamatan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“AusAID akan memberikan dana hibah untuk pembangunan saluran air kotor 1.500 titik di lima kecamatan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan nilai proyek Rp 7,5 miliar,” ujar Pulwan.

Lebih lanjut, Pulwan menjelaskan bahwa AusAID hanya akan membayar sesuai dengan jumlah proyek yang sudah dikerjakan.

“Jika bulan Maret baru selesai 1.000 sambungan maka dana hibah hanya akan ngocor untuk 1.000 sambungan, makanya PDAM harus mengejar target 1.500 sambungan agar AusAID membayar Rp 7,5 miliar,” imbuhnya.

Lima kecamatan yang menjadi sasaran proyek ini adalah Kiaracondong, Andir, Cibeunying Wetan, Cicadas, dan Lengkong.

Baca Juga: Setelah Penggeledahan, Kejari Sintang Ungkap Potensi Kerugian Negara Rp5,5 Miliar di PDAM Tirta Senentang

Melalui upaya ini, PDAM Tirtawening Kota Bandung berkomitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu, memastikan masyarakat dapat segera menikmati fasilitas sanitasi yang lebih baik, sekaligus menjaga kepercayaan dari lembaga donor internasional.

(*Red)