Gerakan ini hadir untuk mengatasi masalah gaya hidup konsumtif, tumpukan barang layak pakai di rumah, dan minimnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan limbah.
“Kami hadir untuk menawarkan solusi redistribusi barang-barang sebelum menjadi sampah,” ujar Melania Merchy Olivia, perwakilan dari Gerakan Siklus Bijak.
Salah satu produk yang dipamerkan adalah lilin aroma terapi yang dibuat dari minyak jelantah.
Lilin ini merupakan hasil kreasi Bank Sampah Mahasiswa Untan.
“Namanya lilin aroma terapi dari minyak jelantah dicampur bahan utama lilin, pewarna, dan pengharum. Untuk aroma terapinya, bebas, bisa pakai parfum kita sendiri,” jelas Melania.
Produk kreatif ini tidak dijual di tempat, namun dapat dipesan melalui Instagram atau kontak yang tersedia.
“Untuk harga, satu paketnya sekitar 20 ribuan. Dalam satu paket, Anda akan mendapatkan bahan dasar lilin, pewarna, dan juga hiasannya,” tambah Melania.
Ia juga menyebutkan bahwa pembeli bisa memesan warna sesuai keinginan.
“Kali ini, kami bikin tema ocean,” katanya.
Kehadiran Gerakan Siklus Bijak dalam acara ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola barang dan mengurangi sampah, sejalan dengan semangat yang diusung oleh acara “Pesta Kata Bumi Khatulistiwa”.
Baca Juga: Kodam Tanjungpura Pastikan Oknum Anggota TNI Pemukul Driver Ojol Diproses Hukum
(*Mira)
















