Kekalahan telak 0-6 di laga pramusim ternyata menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan.
“Saya senang dan bangga dengan performa tim karena bisa bertahan dengan bagus saat melawan Bali United,” beber van Gastel setelah pertandingan.
“Saya pikir, penguasaan bola juga bagus. Bahkan kami bisa saja lebih banyak mencetak gol.”
Kunci kemenangan PSIM adalah strategi yang kontra dengan taktik lawan.
“Kami mencoba melakukan kontra strategi dari Bali United yang memilih bermain dengan high pressing,” kata van Gastel. “Situasi ini membuat banyak celah di lini belakang Bali United yang bisa dieksploitasi.”
Ia juga mengakui bahwa timnya belajar dari kekalahan sebelumnya.
“Kami sudah belajar dari kekalahan melawan Borneo,” tambahnya.
Kekecewaan di Kubu Serdadu Tridatu
Di sisi lain, kekalahan ini meninggalkan rasa kecewa mendalam bagi kubu Bali United. Pelatih Johnny Jansen tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Baca Juga: Tottenham Comeback Dramatis, Imbang 2-2 dengan Brighton
Padahal, ekspektasi suporter kepadanya sangat besar setelah kepergian pelatih sebelumnya.
Jansen merasa timnya seharusnya bermain lebih gigih.
“Kami kecewa atas hasil yang kami dapat,” ungkapnya. “Di babak pertama tim bermain bagus membangun koneksi dengan penonton, seharusnya pemain bisa lebih fight.”
Rasa kecewa juga diungkapkan oleh bek tengah Kadek Arel Priyatna. Ia menilai hasil ini tidak sesuai dengan ekspektasi.
“Pertandingan malam hari ini tidak sesuai ekspektasi,” kata Kadek Arel. “Kami belum berhasil menang meski suporter telah datang mendukung kami. Ini menjadi evaluasi bagi kami ke depan, apa yang kurang dan menampilkan yang lebih baik.”
(*Drw)
















