Mella yang memiliki anak kecil mengaku kesulitan jika harus sering datang ke perpustakaan.
“Kalau bawa anak ke Perpus pasti ribut. Jadi agak susah sering keluar rumah,” ceritanya.
Namun, kendala tersebut tidak menghalangi semangat membacanya.
Ia memanfaatkan aplikasi ‘Perpus Kite’ yang memudahkan peminjaman buku secara daring dari rumah.
“Perpus Kite sangat membantu. Sistem peminjaman buku dipermudah, jadi saya bisa tetap membaca dari rumah,” ungkapnya.
Baca Juga: Perpustakaan Jakarta Ada Australian Reading Corner Untuk Anak
Meski merasa terbantu, Mella berharap koleksi buku di aplikasi tersebut bisa diperbanyak agar lebih variatif.
Ia juga menyambut baik rencana pemindahan perpustakaan ke Jalan Ampera, yang menurutnya akan membuat fasilitas lebih lengkap dan modern.
“Kalau pindah ke Jalan Ampera, justru lebih dekat dengan domisili saya. Memang mungkin ada orang yang jadi lebih jauh, tapi menurut saya yang terpenting fasilitasnya nanti lebih lengkap dan modern. Gedung baru akan membuat pengunjung lebih nyaman,” jelasnya.
Mella menekankan bahwa literasi harus tetap dijaga.
“Tetap harus membaca. Dengan atau tanpa datang ke Perpus, yang penting aksesnya ada,” pungkasnya.
Kisahnya menjadi bukti bahwa semangat membaca bisa terus hidup berkat dukungan teknologi.
(ra)
















