Faktakalbar.id, PONTIANAK – Kepala daerah Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengaku kebingungan dengan banyaknya pihak yang menjadi koordinator program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Ia menemukan tumpang tindih peran dari berbagai kalangan, yang berpotensi menghambat efektivitas program.
Norsan menjelaskan, para koordinator MBG ini berasal dari beragam latar belakang, mulai dari masyarakat umum, partai politik, hingga unsur TNI dan Polri. Kondisi ini menciptakan kerumitan dalam proses koordinasi.
“Ini yang saya pusing, koordinator MBG kebanyakan. Macam-macam ada. Dari umum, partai, TNI-Polri, ada semua. Jadi yang mana mau dituju ini,” kata Norsan di Mapolda Kalbar, Jumat (19/9) seperti dikutip dari detikKalimantan.
Melihat kondisi tersebut, Norsan mengaku terpaksa meminta pengurus di tingkat pusat untuk menunjuk satu koordinator tunggal di Kalbar.
Baca Juga: Gubernur Kalbar Sambut Kedatangan Ustadz Das’ad Latif dalam Rangkaian Acara di Pontianak
















