Gempa Nabire M 6,5, BNPB Jelaskan Alasan Perbedaan Data Kekuatan dari Lembaga Internasional

Kepala BNPB Suharyanto sedang memberikan keterangan pers, menjelaskan tentang perbedaan data gempa yang terjadi di Nabire, Papua Tengah. (Dok. Instagram/@bnpb_indonesia)
Kepala BNPB Suharyanto sedang memberikan keterangan pers, menjelaskan tentang perbedaan data gempa yang terjadi di Nabire, Papua Tengah. (Dok. Instagram/@bnpb_indonesia)

Tim BNPB telah dikirim ke lokasi untuk mendampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nabire melakukan asesmen.

Berdasarkan data sementara, gempa menyebabkan kerusakan pada dua unit rumah, kaca-kaca di bandara, plafon kantor bupati, langit-langit gereja Katolik KR Malompo, serta amblesnya Jembatan Sriwani.

Jaringan telepon dan komunikasi juga sempat terputus.

Baca Juga: Gempa M6,6 Guncang Nabire, Jaringan Telekomunikasi dan Listrik Terputus

“BNPB akan membantu perbaikan sesuai dengan tingkatan kerusakan yang ditimbulkan. Hasil pendataan dan analisis lapangan akan digunakan menjadi dasar perbaikan rusaknya infrastruktur tersebut,” tegas Suharyanto.

Sebelumnya, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengonfirmasi bahwa gempa yang terjadi pada Jumat (19/9) pukul 01.19 WIB itu merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar anjak Weyland.

Hasil pemodelan juga menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

(ra)