Gempa Nabire M 6,5, BNPB Jelaskan Alasan Perbedaan Data Kekuatan dari Lembaga Internasional

Kepala BNPB Suharyanto sedang memberikan keterangan pers, menjelaskan tentang perbedaan data gempa yang terjadi di Nabire, Papua Tengah. (Dok. Instagram/@bnpb_indonesia)
Kepala BNPB Suharyanto sedang memberikan keterangan pers, menjelaskan tentang perbedaan data gempa yang terjadi di Nabire, Papua Tengah. (Dok. Instagram/@bnpb_indonesia)

Faktakalbar.id, NABIRE – Jumat (19/09/2025) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penjelasan terkait adanya perbedaan data kekuatan dan kedalaman gempa yang mengguncang Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Jumat dini hari.

BNPB menegaskan bahwa data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tetap menjadi acuan resmi.

Baca Juga: Kondisi Terkini Nabire Pascagempa M6,6: BNPB Pastikan Situasi Kondusif

Dalam konferensi pers, Kepala BNPB Suharyanto mengungkapkan pihaknya sempat menerima informasi dari dua lembaga meteorologi internasional yang berbeda dengan data BMKG.

“Kami juga mencari informasi untuk BMKG-nya Amerika USGS itu menyatakan 6,1 skala richter tetapi dalam kedalamannya 10 km,” ungkapnya.

Sementara itu, Geoforzung Potsdam (GFZ) dari Jerman melaporkan kekuatan gempa yang sama, namun dengan kedalaman berbeda.

“Kemudian juga mencari informasi lagi ke lembaga meteorologi GFZ itu Jerman, GFZ itu menyatakan sama dengan Amerika 6,1 magnitudo tetapi kedalamannya sampai 30 km,” jelas Suharyanto.

Suharyanto memastikan perbedaan data tersebut adalah hal yang wajar.

Ia menegaskan, pihaknya tetap berpegang pada data BMKG, yang awalnya merilis gempa berkekuatan M 6,6 sebelum diperbarui menjadi M 6,5 dengan kedalaman 24 km.

Terkait dampak, BNPB memastikan belum ada laporan korban jiwa akibat gempa.