Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, telah menginstruksikan jajarannya untuk terus berkoordinasi dan menyiapkan dukungan sumber daya jika diperlukan oleh pemerintah daerah.
“Tim reaksi cepat (TRC) akan segera dikirim menuju Nabire hari ini, Jumat (19/9). Langkah ini dilakukan untuk mendampingi BPBD dalam kaji cepat situasi dan dampak sehingga kebutuhan logistik dasar permakanan dan non-permakanan dapat diperoleh secara cepat.” ujar Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan.
BNPB juga telah menyiapkan pengiriman bantuan logistik dasar, yang jumlahnya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Upaya penanganan darurat lainnya akan mengikuti dampak di lapangan serta penetapan status tanggap darurat oleh pemerintah daerah.
Baca Juga: Update Gempa Karawang: 41 Rumah di Karawang Rusak, Ratusan Warga Terdampak
Dampak Gempa dan Imbauan Kewaspadaan
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat gempa. Namun, terdapat informasi awal mengenai sejumlah kerusakan, di antaranya:
- Rumah warga terdampak.
- Kaca pecah di fasilitas umum bandara.
- Plafon roboh di kantor bupati.
- Satu unit jembatan putus.
- Jaringan listrik dan telekomunikasi terputus.
Petugas TRC BPBD Kabupaten Nabire masih berada di lapangan untuk memperbarui data dampak bencana.
Mengingat kondisi ini, BNPB mengimbau warga untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi gempa susulan.
“Apabila warga ingin kembali ke rumah masing-masing, pastikan struktur bangunan aman. Di samping itu, warga diharapkan tidak terpancing berita atau informasi hoaks yang biasa tersebar melalui media sosial,” BNPB melalaui keterangan resminya.
Baca Juga: Gempa M 4,9 Guncang Karawang, Sejumlah Rumah dan Fasilitas Umum Rusak
(*Red)
















