Update Bencana Terkini: Banjir Kalimantan dan Bali, BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir dan merendam ratusan rumah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (17/9). Sumber Foto: BPBD Ketapang, Kalimantan Barat
Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir dan merendam ratusan rumah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (17/9). Sumber Foto: BPBD Ketapang, Kalimantan Barat

Meski demikian, tim gabungan sepakat untuk melanjutkan pemantauan dan koordinasi.

“Apabila di kemudian hari ada tanda-tanda informasi keberadaan korban, maka pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan dapat dibuka kembali,” demikian bunyi laporan BNPB.

Dari delapan korban yang dilaporkan hanyut, satu orang dinyatakan hilang dan tidak ditemukan.

Total korban jiwa akibat banjir di Bali mencapai 18 orang meninggal dunia, dengan 6.309 KK terdampak. Kerugian material juga signifikan, termasuk:

  • 520 unit fasilitas umum rusak
  • 3 jembatan putus
  • 23 titik jalan rusak
  • 82 tembok/penyengker jebol
  • 194 unit rumah rusak

Kota Denpasar mengalami kerusakan paling parah pada fasilitas umum, sementara Kabupaten Jembrana paling terdampak pada rumah warga dan infrastruktur jalan.

Di Kabupaten Karangasem, satu jembatan putus, 47 rumah rusak, dan 14 bendungan terdampak.

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Jawa Timur dan Jawa Barat

Imbauan Waspada Bencana Hidrometeorologi

BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, dan cuaca ekstrem.

Imbauan ini menyusul peringatan dini dari BMKG terkait potensi hujan sedang hingga ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 17-18 September 2025 di beberapa wilayah Indonesia.

Pemerintah daerah diharapkan mengambil langkah antisipatif dan memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari BPBD hingga tingkat RT/RW. Pemetaan wilayah rawan bencana juga perlu diperbarui secara berkala.

Masyarakat disarankan untuk:

  1. Memantau informasi dan prediksi cuaca dari instansi terkait.
  2. Waspada saat beraktivitas di luar ruangan.
  3. Menjauhi bangunan tinggi atau pohon yang berisiko roboh akibat angin kencang.
  4. Menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk meminimalkan risiko banjir dan genangan.

Peningkatan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi sangat penting untuk mengurangi dampak kerugian.

Baca Juga: Update Bencana Terkini: BNPB Rilis Data 24 Kejadian di Berbagai Wilayah Indonesia

(*Red)