Soal Konten Rizki Kabah Hina Suku Dayak, Wagub Kalbar: Berhati-hati Bicara di Ruang Publik “Mulutmu Harimaumu”

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan tanggapannya terkait dugaan penghinaan terhadap Suku Dayak oleh seorang konten kreator.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan tanggapannya terkait dugaan penghinaan terhadap Suku Dayak oleh seorang konten kreator. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memberikan tanggapan tegas terkait dugaan penghinaan terhadap Suku Dayak yang dilakukan oleh konten kreator asal Pontianak, Rizki Kabah.

Pernyataan ini disampaikan setelah Rizki Kabah mengunggah konten yang dianggap merendahkan Suku Dayak.

Konten tersebut, yang kemudian viral di media sosial, menyebutkan bahwa Suku Dayak menganut ilmu hitam dan rumah Betang adalah tempat dukun.

Baca Juga: Gabungan Ormas Dayak Kompak, Serahkan Bukti dan Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Rizky Kabah

Krisantus Kurniawan menekankan pentingnya menjaga ucapan di ruang publik, terutama di era media sosial yang serba cepat.

Ia mengingatkan semua pihak agar lebih berhati-hati dalam berpendapat, karena setiap kata yang dilontarkan bisa menimbulkan dampak serius dan memicu masalah hukum.

“Saya pikir ucapan harus dijaga, jangan bilang orang Dayak menganut ilmu hitam kemudian rumah Betang tempat dukun, ya tidak boleh,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kalbar, Selasa (16/9).

Wagub juga menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.