Koordinasi lintas wilayah diperkuat dengan penetapan status tanggap darurat dan pembentukan Pos Komando Penanganan Darurat.
Di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), penanganan banjir bandang yang terjadi sejak 7 September terus diintensifkan.
Bencana ini telah menyebabkan 6 orang meninggal dunia, 3 orang hilang, dan 34.812 jiwa terdampak.
Meskipun pencarian korban rencananya akan dihentikan, tim SAR tetap bersiaga.
Baca Juga: Bali Diterjang Banjir dan Longsor: 14 Jiwa Meninggal, Ratusan Warga Mengungsi
Kendala utama yang dihadapi tim adalah material berupa batu besar dan puing kayu yang menutup akses, namun sebagian besar telah dibersihkan dengan bantuan alat berat.
Pemerintah Kabupaten Nagekeo telah menetapkan status tanggap darurat, dan bantuan logistik serta dukungan peralatan evakuasi terus disalurkan oleh Pemprov NTT dan BNPB.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Masyarakat diminta untuk segera melaporkan tanda-tanda bencana dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
(*Red)
















