Dengan pengalaman mengoperasikan tiga satelit LEO, yaitu LAPAN-A1, A2, dan A3, BRIN kini merancang konstelasi satelit LEO baru untuk mendukung pembangunan nasional dan industri dalam negeri.
“Harapannya, Indonesia bisa memiliki industri manufaktur satelit sendiri dalam waktu dekat,” imbuhnya.
Namun, Wahyudi menyadari membangun ekosistem satelit nasional bukan perkara mudah. Salah satu tantangan utama adalah minimnya kesadaran investasi di sektor antariksa, baik dari pemerintah maupun swasta.
Untuk mengatasinya, BRIN bekerja sama dengan Bappenas dan asosiasi profesi untuk mengampanyekan potensi space economy, yang diprediksi mencapai USD 1,8 triliun secara global pada 2035.
“Kami fokus pada hilirisasi riset, pelatihan SDM bersama kampus dan industri, serta penyusunan kebijakan antariksa yang relevan,” jelas Wahyudi.
Baca Juga: Video Prabowo Viral di Bioskop, Istana Angkat Bicara
(*Mira)
















