Faktakalbar.id, NASIONAL – Kehadiran Starlink dengan konstelasi satelit LEO-nya dianggap BRIN sebagai tantangan sekaligus peluang.
Wahyudi Hasbi, Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, menegaskan bahwa layanan satelit GEO VHTS seperti Satelit Nusantara Lima (SNL) dan layanan NGSO global seperti Starlink dapat saling melengkapi.
Baca Juga: BRIN Perkuat Kolaborasi dan Riset, Jawab Tantangan Starlink di Indonesia
“Pemerintah perlu memastikan kepatuhan regulasi nasional, tetapi kami melihat potensi sinergi untuk memperluas konektivitas dengan memprioritaskan kapasitas nasional,” jelasnya.
SNL, dengan kapasitas lebih dari 160 Gbps dan teknologi Ka-band spot beam, dirancang untuk menjangkau wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), seperti menyediakan backhaul BTS/USO, akses internet sekolah, dan puskesmas.
Kombinasi dengan satelit lain menjadikan Indonesia salah satu negara dengan kapasitas satelit terbesar di Asia, memperkuat posisi regional.
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















