Update Bencana Terkini: BNPB Rilis Data 24 Kejadian di Berbagai Wilayah Indonesia

Longsoran pondasi salah satu pabrik es di Kota Semarang menyebabkan kerusakan pada 4 rumah yang berada di sekitarnya. Longsor terjadi pada Rabu (10/9).
Longsoran pondasi salah satu pabrik es di Kota Semarang menyebabkan kerusakan pada 4 rumah yang berada di sekitarnya. Longsor terjadi pada Rabu (10/9). Foto: HO/Faktakalbar.id

Hingga Minggu (14/9) pagi, tiga orang masih hilang. Upaya pencarian dipusatkan di sepanjang kali Desa Sawu hingga muara.

Banjir bandang di Nagekeo juga menyebabkan 5 korban jiwa meninggal dunia dan 3 orang luka-luka. Total 93 rumah hanyut, dengan Desa Sawu menjadi lokasi terparah, di mana 53 unit rumah terbawa arus.

Kendala utama penanganan adalah terputusnya saluran komunikasi dan sulitnya akses jalan. Bupati Nagekeo telah menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem hingga 30 September 2025.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan akan datang lebih awal.

Baca Juga: Bali Diterjang Banjir dan Longsor: 14 Jiwa Meninggal, Ratusan Warga Mengungsi

Intensitas hujan sedang hingga lebat masih terjadi di beberapa wilayah pada 8-10 September 2025, bahkan mencapai kategori ekstrem di beberapa daerah.

Oleh karena itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi untuk menghadapi potensi bahaya ini.

“Kami mengimbau kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan akan bahaya bencana hidrometeorologi basah yang bisa terjadi kapan saja,” ujar perwakilan dari BNPB.

(*Red)