Gelombang pertama pada 2008-2010. Gelombang kedua pada 2012-2014. Gelombang terakhir pada 2017-2019. Para peserta juga mengisi kuesioner.
Kuesioner frekuensi makanan digunakan untuk menghitung konsumsi pemanis.
Pemanis yang dilacak termasuk:
- Aspartam
- Sakarin
- Acesulfame-K
- Eritritol
- Sorbitol
- Xylitol
- Tagatose
Tingkat konsumsi tertinggi dalam studi ini rata-rata 191 miligram per hari. Sebagai perbandingan, satu kaleng diet soda mengandung 200 sampai 300 miligram pemanis buatan.
Baca Juga: Rekomendasi Makanan Tinggi Serat untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan Ideal
Penelitian ini menunjukkan bahwa dampak pemanis buatan bisa terjadi. Terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Mendiagnosis dampak ini penting.
Hal ini bisa mencegah masalah kesehatan di masa depan.
(*Drw)
















